Perbaikan Mesin Espresso dari Masalah yang Memengaruhi Rasa

By Ian Parikesit on November 24, 2025

Bagi pengusaha cafe, mesin espresso adalah jantung dari bisnis. Kualitas rasa espresso yang disajikan akan menentukan kepuasan pelanggan dan bagaimana cafe Anda dikenal oleh banyak orang. Namun, tidak jarang mesin espresso mengalami berbagai masalah yang dapat memengaruhi cita rasa espresso secara signifikan. Memahami cara perbaikan mesin espresso sangat penting, terutama bagi Anda yang baru memulai atau merencanakan membuka cafe.

Key Takeaways

  • Rasa pahit yang berlebihan pada espresso merupakan salah satu keluhan paling umum dan biasanya menandakan terjadinya over-extraction pada proses ekstraksi.
  • Sedangkan, keasaman berlebihan pada espresso biasanya menandakan under-extraction.
  • Memperbaiki mesin espresso dapat memberikan hasil ekstraksi kopi yang optimal.

Pada dasarnya, masalah rasa pada espresso dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kesegaran biji kopi, pengaturan suhu mesin, kecepatan ekstraksi, hingga teknik persiapan puck kopi. 

Kali ini, Cafemaker membahas secara detail berbagai masalah umum yang memengaruhi rasa espresso dan bagaimana cara memperbaikinya agar Anda dapat menyajikan espresso berkualitas tinggi secara konsisten.

Berbagai Cara Perbaikan Mesin Espresso dari Kerusakan yang Memengaruhi Rasa

Rasa Espresso yang Pahit

Rasa pahit yang berlebihan pada espresso merupakan salah satu keluhan paling umum dan biasanya menandakan terjadinya over-extraction. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, pastikan biji kopi yang Anda gunakan masih segar dan disimpan dengan benar. Idealnya, kopi sebaiknya digunakan dalam rentang waktu tiga minggu setelah tanggal roasting. Kopi yang terlalu tua akan kehilangan minyak esensial yang memberikan rasa kompleks, dan justru menghasilkan rasa pahit yang tidak menyenangkan.

Kedua, perhatikan kecepatan ekstraksi dan perubahan warna selama shot ditarik. Shot yang ditarik terlalu lama atau terlalu lambat dapat menyebabkan kepahitan. Waktu ekstraksi ideal untuk espresso adalah sekitar 25-30 detik. Jika shot Anda memakan waktu lebih dari 35 detik, kemungkinan besar Anda mengalami over-extraction yang mengeluarkan senyawa tanin berlebih dari biji kopi.

Ketiga, sesuaikan suhu mesin Anda dengan tingkat roasting kopi yang digunakan. Kopi dengan roasting lebih gelap sebaiknya diseduh pada suhu yang lebih rendah dibandingkan kopi dengan roasting yang lebih terang. Suhu yang terlalu tinggi dapat membakar kopi dan menghasilkan rasa pahit yang tajam.

Rasa Espresso Terlalu Asam

Keasaman berlebihan pada espresso biasanya menandakan under-extraction, di mana air tidak cukup lama berkontak dengan kopi untuk mengekstrak rasa manis dan body yang seimbang.

Pertama, biarkan kopi Anda mengendap sedikit lebih lama sebelum digunakan untuk menstabilkan rasa. Kopi yang terlalu fresh kadang menghasilkan rasa asam yang terlalu dominan.

Kedua, sesuaikan kecepatan shot Anda untuk mencegah under-extraction. Jika shot mengalir terlalu cepat, gilingan kopi Anda mungkin terlalu kasar. Sesuaikan grinder ke setting yang lebih halus untuk memperlambat aliran air dan meningkatkan waktu kontak.

Ketiga, pastikan suhu mesin Anda diatur dengan benar. Suhu air yang terlalu rendah dapat menyebabkan ekstraksi tidak sempurna. Suhu ideal untuk espresso umumnya berada di kisaran 92-96°C.

Keempat, untuk kopi light roast, pertimbangkan untuk brewing pada suhu yang lebih tinggi untuk mengurangi keasaman. Kopi light roast memerlukan energi lebih untuk mengekstrak komponen manis dan mengurangi dominasi asam.

Kelima, eksperimen dengan rasio brewing yang berbeda, terutama saat menggunakan kopi light-roasted atau single-origin. Rasio air terhadap kopi yang lebih tinggi dapat menghasilkan rasa yang lebih halus dan tidak terlalu asam.

Hasil Espresso Tanpa Crema

Crema adalah lapisan berbusa berwarna keemasan di atas espresso yang menjadi indikator visual dari kualitas ekstraksi. Tidak adanya crema dari hasil ekstraksi bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, tanggal roasting kopi memainkan peran penting dalam jumlah crema yang dihasilkan. Biarkan beberapa hari agar biji mengendap dan melepaskan gas untuk crema yang lebih stabil, namun perlu diingat bahwa kopi mulai menurun kualitasnya dengan cepat setelah 21 hari dari tanggal roasting. Kopi yang terlalu fresh (kurang dari 3 hari) memiliki terlalu banyak CO2 yang dapat menciptakan crema tidak stabil, sementara kopi yang terlalu tua kehilangan sebagian besar kandungan CO2-nya.

Kedua, tingkat roasting kopi juga memengaruhi jumlah crema. Light roast biasanya menghasilkan crema lebih sedikit dibandingkan medium atau dark roast karena kandungan CO2 yang lebih rendah.

Ketiga, shot yang terlalu cepat juga akan menghasilkan sedikit atau tanpa crema. Sesuaikan setting gilingan untuk memperlambat shot dan menghasilkan crema lebih banyak. Tekanan air yang tepat dan suhu yang konsisten juga krusial untuk pembentukan crema yang optimal.

Espresso yang Terlalu Ringan

Espresso yang terasa encer atau kurang body dapat menyebabkan rasa kopi yang kurang kuat dan mengecewakan pelanggan yang mengharapkan tekstur kental dan creamy.

Pertama, pastikan kopi Anda fresh, tidak lebih dari tiga minggu. Ini akan memastikan kopi memiliki viskositas dan flavor yang tepat.

Kedua, sesuaikan setting gilingan untuk memperlambat shot jika menuang terlalu cepat. Ini akan membantu menghasilkan crema yang lebih tebal dan creamy.

Ketiga, perhatikan volume shot dan timing. Akhir dari shot espresso harus ditandai dengan perubahan blonding. Jika shot berjalan melewati titik ini, sesuaikan pengaturan volumetrik mesin Anda.

Keempat, periksa suhu dan tekanan mesin Anda. Rentang suhu ideal adalah antara 92-96°C, dan tekanan steam sebaiknya antara 1-1.5 bar, sementara tekanan pompa harus 9 bar selama proses brewing. Untuk kopi dark roast, Anda bisa brewing di bawah 92°C, dan untuk mesin dengan pressure profiling, tekanan 9 bar yang konsisten dapat disesuaikan dengan profil yang sesuai dengan preferensi rasa Anda.

Mengatasi Espresso Channeling

Channeling adalah fenomena di mana air menemukan jalur dengan resistensi paling rendah melalui puck kopi, menyebabkan ekstraksi tidak merata. Ini adalah salah satu masalah paling umum yang memengaruhi kualitas espresso.

Pertama, distribusi kopi yang tepat dalam keranjang portafilter adalah kunci untuk mengurangi channeling. Ini dapat dicapai dengan menyebarkan bubuk kopi di sekitar keranjang menggunakan gerakan melingkar kecil.

Kedua, teknik seperti Weiss Distribution Technique (WDT) dapat membantu meningkatkan ekstraksi dan mengurangi channeling. WDT menggunakan jarum halus untuk mengaduk dan memecah gumpalan dalam bubuk kopi, memastikan distribusi yang merata sebelum tamping.

Ketiga, langkah tambahan seperti menggunakan puck screen atau kertas di bagian atas portafilter juga dapat membantu mendistribusikan air secara merata.

Rekomendasi Servis Perbaikan Mesin Espresso yang Terpercaya

Memperbaiki mesin espresso terkadang membutuhkan keahlian yang tinggi apabila masalah yang dialami terlalu kompleks. Di sisi lain, Anda juga sebaiknya tidak menyia-nyiakan waktu dengan segera memperbaiki mesin espresso Anda.Cafemaker hadir untuk membantu Anda dalam memperbaiki mesin espresso yang mengalami kerusakan. Layanan Machine Repairement dari Cafemaker membantu Anda dalam memperbaiki mesin kopi yang Anda rasa tidak bekerja secara optimal. Tidak hanya itu, Cafemaker juga memiliki layanan sewa mesin kopi yang dilengkapi juga dengan pelayanan maintenance rutin. Kunjungi situs kami dan hubungi tim kami untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Article written by Ian Parikesit

Related Posts

arrow-down